Selasa, 19 Oktober 2010

Tugas Kimia


MAKALAH KIMIA TENTANG BENSIN

Mata Pelajaran : Kimia

Disusun Oleh:
Kelompok 4. Yang beranggota:
1.   Aulia Azizaturridha
2.   Ernila Indriani
3.   Hayatunnisa
4.   M. Hasbi Yasir
5.   Naji
6.   Vina Nouvrilla
Kelas : XD

DEPARTEMEN AGAMA
MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 MODEL BANJARMASIN
TAHUN AJARAN 2009/2010
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur atas kehadirat Allah swt. yang telah memberikan rahmat dah hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Kimia ini dengan baik. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah keharibaan junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Beserta para keluarga, sahabat dan para pengikut beliau dari dulu hingga akhir zaman.
Tentu saja tugas ini masih ada kekurangannya. Oleh sebab itu, kami sangat berharap agar dapat bimbingan, saran dan kritik dari Ibu.
Atas bimbingan dari Ibu kami ucakan terima kasih, semoga tugas ini dapat bermanfaat untuk hari ini besok dan seterusnya.Amiin..
                                                                                                             
                                                                                                Penulis,

                                                                                               
                                                                                  Banjarmasin, April 2010









DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                    i
Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                    ii
Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .          iii
PEMBAHASAN TENTANG BENSIN
A.  Bahaya Bensin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .               1
B.   Bensin, Cairan Penggerak Ekonomi . . . .. . . . . . . .             2
Dari manakah bensin berasal? . . . . . . . . . . . . . . . .             2
Bilangan Oktan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .               3
Zat Aditif Bensin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .              4
Masalah Yang Ditimbulkan Bensin . . . . . . . . . . .  .  4
C.   Tips Menghemat Bensin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .   5
D.  Dampak Kenaikan Harga BBM Terhadap lingkungan      6
E.   Pokok-Pokok Pikiran Penghapusan Bensin Bertimbal     7
Daftar Pustaka. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                10




BENSIN
A. Bahaya Bensin
Bensin merupakan salah satu bahan bakar utama di Indonesia terutama untuk transportasi. Bensin didistribusikan melalui pipa transmisi ke stasiun transmisi berikutnya untuk kemudian dibawa ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum) menggunakan mobil tanki. Dalam pendistribusian melalui pipa ini rentan sekali terjadi kebocoran sehingga bensin dapat tumpah, akibatnya terbentuklah kolam bensin dan berpotensi menyebabkan pool fire.
Semakin besar lubang kebocoran dan tekanan operasi, maka jumlah bensin yang tumpah juga semakin banyak. Kemudian persentase kematian dari seseorang yang berjarak tertentu dari pool fire sangat tergantung dari lamanya waktu, semakin lama waktu seseorang terpapar panas, maka persentase kematiannya semakin besar.
Bensin atau petrol adalah cairan campuran yang berasal dari minyak bumi dan sebagian besar tersusun dari hidrokarbon serta digunakan sebagai bahan bakar pada mesin pembakaran dalam. Karena merupakan campuran berbagai bahan, daya bakar bensin berbeda-beda menurut komposisinya. Ukuran daya bakar ini dapat dilihat dari bilangan oktan setiap campuran. Bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan.Di dalam mesin, campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi.
Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi knocking atau ketukan di dalam mesin. Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak, sehingga sebisa mungkin harus kita hindari. Bensin dengan bilangan oktan 87, berarti bensin tersebut terdiri dari 87% oktana dan 13% heptana (atau campuran molekul lainnya). Bensin ini akan terbakar secara spontan pada angka tingkat kompresi tertentu yang diberikan, sehingga hanya diperuntukkan untuk mesin kendaraan yang memiliki ratio kompresi yang tidak melebihi angka tersebut.
B.   Bensin, Cairan Penggerak Ekonomi
Bensin untuk kendaraanDi zaman modern, dengan mobilitas manusia yang sangat tinggi, bensin merupakan cairan yang sangat penting. Vitalnya bensin bagi perekonomian suatu negara sama seperti vitalnya darah bagi tubuh manusia. Tanpa bensin (dan minyak solar), dunia yang kita ketahui sekarang seperti akan berhenti berdenyut. Sebetulnya apa sih yang terkandung di dalam bensin sehingga menjadikannya sangat penting? Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang hal ini.
Secara sederhana, bensin tersusun dari hidrokarbon rantai lurus, mulai dari C7 (heptana) sampai dengan C11. Dengan kata lain, bensin terbuat dari molekul yang hanya terdiri dari hidrogen dan karbon yang terikat antara satu dengan yang lainnya sehingga membentuk rantai.
Jika kita membakar bensin pada kondisi ideal, dengan oksigen berlimpah, maka akan dihasilkan CO2, H2O dan energi panas. 1 galon bensin (4,5 liter) mengandung 132 x 106 joule energi, yang ekuivalen dengan 125.000 BTU (British Thermal Unit) atau 37 kwh. Jika manusia bisa mencerna bensin, maka dengan meminum 1 galon bensin ini akan sama dengan memakan 110 hamburger, tetapi kenyataannya tubuh manusia tidak memiliki enzim yang bisa mengubah bensin ini menjadi CO2 dan H2O, sehingga tidak bisa menyerap energi yang dikandung di dalam bensin.
Dari manakah bensin berasal?
Bensin dibuat dari minyak mentah, cairan berwarna hitam yang dipompa dari perut bumi dan biasa disebut dengan petroleum. Cairan ini mengandung hidrokarbon; atom-atom karbon dalam minyak mentah ini berhubungan satu dengan yang lainnya dengan cara membentuk rantai yang panjangnya yang berbeda-beda.
Molekul hidrokarbon dengan panjang yang berbeda akan memiliki sifat dan kelakuan yang berbeda pula. CH4 (metana) merupakan molekul paling “ringan”; bertambahnya atom C dalam rantai tersebut akan membuatnya semakin “berat”. Empat molekul pertama hidrokarbon adalah metana, etana, propana dan butana. Dalam temperatur dan tekanan kamar, keempatnya berwujud gas, dengan titik didih masing-masing -107, -67,-43 dan -18 derajat C. Berikutnya, dari C5 sampai dengan C18 berwujud cair, dan mulai dari C19 ke atas berwujud padat.
Dengan bertambah panjangnya rantai hidrokarbon akan menaikkan titik didihnya, sehingga kita bisa memisahkan hidrokarbon ini dengan cara destilasi. Prinsip inilah yang diterapkan di pengilangan minyak untuk memisahkan berbagai fraksi hidrokarbon dari minyak mentah.
Di dalam mesin, campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi. Karena besarnya tekanan ini, campuran udara ? bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Bilangan oktan suatu bensin memberikan informasi kepada kita tentang seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin tersebut terbakar secara spontan. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi knocking atau ketukan di dalam mesin. Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak, sehingga sebisa mungkin harus kita hindari.
Nama oktan berasal dari oktana (C8), karena dari seluruh molekul penyusun bensin, oktana yang memiliki sifat kompresi paling bagus; oktana dapat dikompres sampai volume kecil tanpa mengalami pembakaran spontan, tidak seperti yang terjadi pada heptana, misalnya, yang dapat terbakar spontan meskipun baru ditekan sedikit.
Bensin dengan bilangan oktan 87, berarti bensin tersebut terdiri dari 87% oktana dan 13% heptana (atau campuran molekul lainnya). Bensin ini akan terbakar secara spontan pada angka tingkat kompresi tertentu yang diberikan, sehingga hanya diperuntukkan untuk mesin kendaraan yang memiliki ratio kompresi yang tidak melebihi angka tersebut.
Zat aditif bensin
Menambahkan tetraetil lead pada bensin akan meningkatkan bilangan oktan bensin tersebut, sehingga bensin “murah” dapat digunakan dan aman untuk mesin dengan menambahkan lead (timbal) ini. Tetapi akibatnya adalah bumi yang kita tinggali ini diselimuti oleh lapisan tipis lead, dan lead ini berbahaya untuk makhluk hidup, termasuk manusia. Sehingga di negara-negara maju, lead sudah dilarang untuk dipakai sebagai bahan campuran bensin.
Zat tambahan lainnya yang sering dicampurkan ke dalam bensin adalah MTBE (methyl tertiary butyl ether), yang berasal dan dibuat dari etanol. MTBE ini selain dapat meningkatkan bilangan oktan, juga dapat menambahkan oksigen pada campuran gas di dalam mesin, sehingga akan mengurangi pembakaran tidak sempurna bensin yang menghasilkan gas CO. Tetapi, belakangan diketahui bahwa MTBE ini juga berbahaya bagi lingkungan karena mempunyai sifat karsinogenik dan mudah bercampur dengan air, sehingga jika terjadi kebocoran pada tempat-tempat penampungan bensin (misalnya di pom bensin) dan MTBE ini masuk ke air tanah bisa mencemari sumur dan sumber-sumber air minum lainnya.
Masalah yang ditimbulkan bensin
Bensin yang digunakan oleh kendaraan akan menimbulkan dua masalah utama. Masalah pertama adalah asap dan ozon di kota-kota besar. Masalah kedua adalah karbon dan gas rumah kaca.
Idealnya, ketika bensin dibakar di dalam mesin kendaraan, akan menghasilkan CO2 dan H2O saja. Kenyataannya pembakaran di dalam mesin tidaklah sempurna, dalam proses pembakaran bensin, dihasilkan juga:
  • Karbon monoksida, CO, yang merupakan gas beracun.
  • Nitrogen oksida, NOx, sebagai sumber utama asap di perkotaan yang jumlah kendaraannya sangat banyak.
  • Hidrokarbon yang tidak terbakar, sebagai sumber utama ozon di perkotaan.
    Berbeda dengan lapisan ozon yang berada di atmosfer atas (stratosfer) yang berguna bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, ozon yang kontak langsung dengan manusia dan makhluk hidup ini berbahaya, karena bersifat oksidator.
Karbon juga menjadi masalah, ketika karbon dibakar akan berubah menjadi CO2 yang merupakan gas rumah kaca. Gas rumah kaca ini akan menyebabkan perubahan iklim bumi (pemanasan global), naiknya permukaan air laut (karena es di kutub mencair), banjir, terancamnya kota-kota di pesisir pantai, dan sebagainya.
Oleh karena alasan-alasan inilah, para ilmuwan sekarang sedang berusaha untuk mengganti bahan bakar bensin dengan bahan bakar hidrogen yang lebih ramah lingkungan, karena jika H2 ini direaksikan dengan O2 hanya akan menghasilkan air (uap air).

C. TIPS MENGHEMAT BENSIN
Dalam rangka menghemat bensin yang semakin hari semakin mahal, ada saja upaya yag bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan mengganti karburator. Tentu saja akan ada efek sampingnya. Biasanya karena kapasitas karburatornya tidak sesuai maka mesin menjadi kurang bertenaga. Walaupun kurang bertenaga, konon upaya ini bisa menghemat bensin sampai 20%.

Cara lain yang bisa ditempuh khusunya pada karburator mobil yang daya mesinnya besar, biasanya di dalam karburator ada 2 jet-adalah dengan mengganti jet yang lebih kecil lubangnya. Namun efeknya membuat mesin kurang bertenaga.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXF-z0oFAYEli_pgMiCk05pCe4WfExFd7mBqkP3dy8kE6EXXpx4kxNhYB_dGA_rsaxGqDNwOhSqvRhiTSboeCi2VSuSd9igitpXoJ9UVmXgG1wNGKHrR1vC6q8CZAvxNwKFfZ9DN3ATj0/s200/hemat+bensin.jpgBeberapa tips berikut mungkin bisa jadi inspirasi Anda dalam upaya menghemat bensin, antara lain dengan:

1. Melakukan perawatan berkala setiap 5.000 km.
Penting sekali untuk merawat bagian-bagian seperti filter udara, karena bensin akan dibersihkan di samping menyetel ulang pengapian dari mesin. Agar bensin hemat, maka penyetelan campuran udara dan bensin yang homogen sangat penting.

2. Perhatikan gerak bebas dari kopling.
Kopling yang “nyetut” tidak meneruskan putaran mesin dengan baik. Coba mesin dihidupkan kemudian masukan transmisi ke gigi satu. Injaklah pedal kopling sampai rapat kemudian lepaskan. Perhatikan sampai jarak berapa dari lantai mobil mulai bergerak. Yang baik, sekitar 50% dari jarak yang ada.

3. Periksa juga tekanan angin ban karena jika tekanan angin ban berkurang dapat mengakibatkan mobil tak meluncur dengan ringan.Gunakan pula jenis ban yang benar.
Pada sedan tekanan ban depan 28 psi dan belakang 32. Minibus depan 28 dan belakang minimum 50-60 psi. Keadaan tekanan ban seperti ini bisa menghemat bensin.

4. Kemudikan mobil secara benar karena mengemudi yang benar bisa menghemat bensin sampai 15%.
Injaklah pedal gas dengan cara halus, tidak “kaget-kaget”. Pada mesin yang menggunakan RPM meter, usahakan RPM tidak melewati 50%. Kalau tanda merah pada RPM 6000, usahakan dalam perjalanan hanya menggunakan RPM 3000. Atau pertahankan kecepatan mobil lebih sering pada 80 km/jam. Pada kecepatan di atas 80 km/jam, pindahkan ke gigi over drive bagi mobil yang dilengkapi dengan transmisi over drive.

D.    DAMPAK KENAIKAN HARGA BBM TERHADAP LINGKUNGAN

Kenaikan harga BBM kembali terjadi padahal dampak buruk kenaikannya enam bulan lalu sangat parah, yaitu jumlah penduduk miskin bertambah drastis. Hingga Maret 2006, jumlahnya meningkat 50% dibandingkan tahun 2004. Perkiraan konservatif menunjukkan indikasi bahwa jumlah orang miskin di Indonesia (yang saat ini sebanyak 60 juta orang) akan bertambah 16% dari jumlah yang sudah ada.
Secara sosial-politik kebijakan menaikkan harga BBM juga akan menimbulkan kerawanan sosial di masyarakat. Di tengah kehidupan sosial ekonomi yang semakin terhimpit krisis, kebutuhan hidup semakin melambung sementara daya beli masyarakat semakin rendah, bukan tidak mungkin masyarakat akan menunjukkan penolakan secara lebih luas dan intensif. Unjuk rasa terus-menerus akan sangat potensial menimbulkan ketidakstabilan sosial-ekonomi dan keamanan.
Kenaikan harga BBM juga memberikan dampak yang tidak langsung terhadap lingkungan. Kenaikan harga BBM yang menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk miskin akan berakibat pada munculnya berbagai permasalahan lingkungan. Permasalahan yang paling pelik, yaitu masyarakat tidak mau lagi merawat lingkungan dengan alasan mereka tidak punya biaya dan tenaga karena biaya untuk hidup saja terutama untuk makan sudah sangat sulit.
Permasalahan kerusakan lingkungan akibat kenaikan harga BBM tidak hanya disebabkan oleh masyarakat kecil melainkan juga masyarakat yang tergolong ke dalam kelompok pengusaha baik pengusaha kecil maupun pengusaha besar. Permasalahan lingkungan yang penting disini adalah masalah limbah dimana masih banyak perusahaan yang tidak siap dengan teknik pengolahan limbah karena untuk menerapkan teknologi pengolahan limbah ini dibutuhkan biaya cukup banyak. Problem teknologi mahal ini sering kali menjadikan perusahaan mencari jalan pintas yang murah, akibatnya limbah ke mana-mana. Namun, masalah lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan semata, tapi juga masyarakat luas dan negara.
Agar permasalahan lingkungan tidak semakin parah maka pemerintah harus memasukkan anggaran khusus untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menaikkan tingkat pendapatan masyarakat agar permasalahan sosial dan lingkungan dapat tertekan seminimal mungkin. Dengan kata lain, pemerintah harus melakukan pemerataan melalui perluasan akses bagi kebutuhan pokok yang bergantung pada energi, seperti: penerangan, pangan, dan transportasi umum serta mendorong agar pencemaran lingkungan seminimum mungkin sebagai dampak pembakaran sumber-sumber energi


E.     POKOK-POKOK PIKIRAN PENGHAPUSAN BENSIN BERTIMBAL

Isu tentang masih diberlakukannya bahan bakar bertimbal (leaded gasoline) bukan merupakan isu yang baru dan merupakan isu yang timbul tenggelam. Tidak ada yang menyangkal bahwa timbal adalah neurotoksin (racun penyerang syaraf) yang bersifat akumulatif dan dapat merusak pertumbuhan otak kgususnya pada anak-anak, disamping menimbulkan peningkatan berbagai penyakit seperti tekanan darah, serangan jantung dan kematian.
Sdtudi Bank Dunia dengan judul “Indonesia; Environmental and Development “ melaporkan bahwa pengukuran konsentrasi timbal rta0rata selama 24 jam berkisar antara 0,5-2,0 g/m3 (baku mutu kualitas udara untuk timbal adalah 1 g/m3). Berbagai studi menunjukan bahwa kadar timbal pada masyarakat kecil (pengendara becak, pedagang kaki lima, dan pedagang asongan) lebih tinggi dari poenduduk pedesaan yang jauh dari kemacetan lalu lintas. Data tahun 1991 menunjukan bahwa kadar timbal pada pengendara becak adaah 7,0 g/dl, pedagang kaki lima adalah 9,3 g/dl dan pedagang asongan adalah g/dl dibandingkan dengan 6,5 g/dl pada masyarakat pedesaan.
Study yang dilakukan pada masyarakat yang tinggal di perkampungan kumuh menunjukan bahwa 73% memiliki tingkat timbal pada daerah diatas 30 g/dl. Mengingat sebagian besar masyarakat besar masyarakat Jakarta tinggal pada daerah yang padat lalu lintas dan sebagian besar dari kehidup[an perekonomian masyarakat adalah sektor informal, dapat disimpulkan bahwa pengggunaan bensin bertyimbal menimbulkan masalah kesehatan yang signifikan.
Perkembangan terakhir bahwa tidak ada ambang batas yang rewndah yang tidak dapatmendeteksi dampak negatif pada anak-anak dan orang dewasa. Artinya timbal harus dihapus karena menimbulkan permasalahan kesehatan yang “akut”, yang menimbulkan biaya soaial yang sangat besar (tidak terhingga)
Mengapa Timbal Sulit dihilangkan
Seperti juga masalah kebijaksanaan sektor publik lainnya, sulitnya timbal dihilangkan diakibatkan oleh tiga hal mendasar;

1. Kegagalan kebijaksanaan
Perhatian dan pemusatan yang terlampau ekstrim pada pertumbuhan ekonomi, telah mengakibatkan diabaikannya kepentingan lingkungan dan sosial. Pemerintah pada masa lalu selalu berdalih bahwa tidak digunakannya timbal sebagai bahan untuk meningkatkan kadar oktan akan menimbulkan biaya tinggi. Hal ini terjadi karena kalkulais biaya yang dilakukan hanya dilihat dari satu sisi yaitu produsen (dalam hal ini Petamina) dengan mngabaikan kepentingan lingkungan dan masyarakat. Kebijaksanaan bahan bakar (pricing policy) yang diterapkan khususnya bahan bakar tanpa timbal sama sekali tidak menarik konsumen, karena jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar tanpa timbal. Tidak diikutsertakannya masyarakat dalam proses pengambilan keputusan serta tidak transparannya keputusan ditetapkan menimbulkan biaya sosial yang sangat tinggi.

2. Kegagalan Pemerintah
Posisi mutlak yang diberikan kepada Petamina ternyata tidak hanya menimbulkan berbagai penyimpangan internal (KKN) tetapi juga telah menimbulkan biaya sosial yang
sangat tinggi. Berbagai penyakit diderita masyarakat akibat kandungan timbal di udara yang jauh diambang batas termasuk menurunnya tingkat kecerdasan anak-anak diakibatkan oleh ketidakmampuan pemerintah untuk menginternalisasi faktor lingkungan dan sosial kedalam kebijaksanaan minyak dan gas. Study yang dilakukan oleh Universitas Indonesia tahun 1991 mengistimasikan dampak dari adanya timbal pada bensin di Jakarta sebanyak 62.000 kasus penyakit tekanan darah tinggi, 350 kasus penyakit jantung, 340 kematian dan 300 ribu points penurunan IQ pada anak-anak. Bila dihitung dalam nilai moneter, biaya sosial masyarakat diestimasikan rata-rata sebesar $ 62,3 juta atau sekitar Rp.4,1361 trilyun/tahun (dollar = Rp.7000)

3. Kegagalan Pasar
Praktek monopoli untuk pemasaran bahan bakar minyak kepada Pertamina ternyata lebih banyak menimbulkan biaya sosial dibandinghkan dengan manfaatnya. Dengan kekuasaan monopolistik Pertamina, tidak ada cara lain bagi pemerintah untuk hanya bergabung pada satu pasar dengan segala permasalahannya. Tidak adanya saingan mengakibatkan tidak Pertamina terhadap masyarakat dalam konteks yang menyluh. Efisiensi bukanlah mrenjadi target utama karena tanpa saingan. 

DAFTAR PUSTAKA
www.google.com
www.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar