Senin, 18 Oktober 2010


EKONOMI
Pisang Goreng
1.     Jenis Kegiatan Produksi : Pisang Goreng
2.     Proses Produksi :
1. Tepung terigu diaduk pakai air.
2.Campur dengan gula secukupnya.
3.Kemudian tambahakan garam dan air kapur, lalu aduk   sampai adonannya  merata.
4. Kemudian pisang minurun dicelupkan di adonan yang sudah disiapkan, lalu dimasukkan ke wajan yang berisi minyak goring panas.
5. Goreng pisangnya sampai warnanya menjadi kekuning-kuningan.
6. Setelah itu, angkat pisangnya dan tiriskan. Jadilah pisang goreng.
3. Teknik yang Digunakan : Dengan mengiris pisangnya jadi 4 bagian dan  dengan menggoreng pisangnya setelah dicelupkan keadonan.
4. Alat yang diperlukan : ¼ tepung terigu, 20 biji pisang minurun, garam, gula, air, kapur dang minyak goreng.
5. Modal yang dibutuhkan : 20 biji pisang = kira-kira Rp. 10.000
                                            ¼ tepung terigu = Rp. 2.000
Jumlah = Rp. 16.000
     6. Cara memperoleh bahan baku : Dengan membeli di pasar.
     7. Tenaga kerja yang diperlukan : 1 orang.
     8.Waktu memproduksi : kira-kira 1 jam
     9. Volume produksinya (jumlah) : 40 buah pisang goring.
     10. Laba yang diharapkan : Rp. 4.000
     11. Jenis distribusi yang digunakan : Secara langsung, di warung sendiri.
     12. Tujuan pemasaran : masyarakat sekitar, baik anak-anak maupun dewasa.
     13. Wilayah pemasaran : Sekitar warung (Jl. Merdeka. Banjaramasin)
     14. Kegunaanya untuk apa : Untuk mengisi perut yang lapar sebagai pengganjal   perut sementara sebelum makan nasi.


Kelompok : 1
Anggota : Aulia Azizaturridha
                 Hayatunnisa
                 Miftah Farid
                 M. Yamani
                Siti Arfina
                Siti Munawarah
 Kelas XD

WAWANCARA MENGENAI SENSUS  PENDUDUK
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Guru Penbimbing : Dra. Endang Pertiwi
Narasumber : Rasida Aryani

Di susun Oleh :
1.   Aulia Azizaturridha
2.   Ernila Indriani
3.   Hayatunnisa
4.   Rabiyatul Noor Hamsya
Kelas : X D

KEMENTRIAN AGAMA
MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 MODEL BANJARMASIN
TAHUN AJARAN 2009/2010


1.1 PENDAHULUAN
Pada bulan Mei ini, sedang diadakan sensus penduduk. Kami tertarik dan ingin lebih  mengetahui hal-hal yang terdapat dalam sensus penduduk. Oleh karena itu, kami datang dan mewawancarai salah seorang petugas sensus penduduk. Dengan melakukan wawancara tersebut, kami banyak mendapatkan seputar masalah dalam kegiatan sensus penduduk.
Tujuan melakukan wawancara ini untuk menambah pengetahuan mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan sensus penduduk, meningkatkan keterampilan dalam melakukan wawancara, dan memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. Narasumber yang kami wawancarai ialah Ibu Rasida Aryani, dia seoarang petugas sensus penduduk di Banjarmasin. Wawancara ini dilakukan pada hari Senin, tanggal 17 Mei 2010 yang bertempat di kediaman beliau, yakni di jalan Pemurus Bruntung Jaya, jalan Nakula 10, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan.










1.2
Topik Wawancara : Sensus Penduduk
Narasumber : Rasida Aryani
1.      Pertanyaan          : Apakah yang dimaksud dengan sensus penduduk?
Narasumber          : Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pengumpulan, pengolahan, penyusunan serta penertiban data demografi, ekonomi dan sosial yang menyangkut semua penduduk pada waktu tertentu di suatu Negara atau suatu wilayah.
2.      Pertanyaan          : Sejak kapan Ibu bertugas untuk menyensus penduduk?
Narasumber          : mulai tanggal 3 Mei 2010.
3.      Pertanyaan          : Apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan saat melakukan sensus penduduk?
Narasumber          : Langkah-langkahnya diawali dengan perencanaan, persiapan, pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data.
1.      Penelusuran wilayah kerja dengan membawa peta.
2.      Pelaksanaan listing (pendaftaran bangunan dan rumah tangga)
3.      Pencacahan lengkap.
4.Pertanyaan             : Apakan tujuan listing?
Narasumber             : Untuk mengetahui dengan pasti muataan blok sensus, berupa   bangunan dan rumah tangga, serta memperoleh jumlah anggota rumah tangga pada masing-masing blok sensus untuk digunakan sebagai angka sementara jumlah penduduk.
5. Pertanyaan                        : Di daerah mana saja Ibu melakukan sensus penduduk?
  Narasumber              : Di Kelurahan Pemurus Dalam, RT.6 dan RT. 7.
6. Pertanyaan            : Apakah jumlah penduduk yang Ibu sensus pada tahun ini semakin bertambah?
   Narasumber             : Ya, semakin bertambah.
7. Pertanyaan            : Apakah faktor yang menyebabkan kepadatan penduduk semakin bertambah?
  Narasumber              : Banyaknya angka kelahiran.
8. Pertanyaan            : Mengapa pemerintah mengadakan program sensus penduduk?
   Narasumber             : Karena, mempunyai manfaat sebagai berikut:
1. Untuk mengumpulkan dan menyajikan data dasar kependudukan sampai administrasi terkecil.
2. Membentuk Kerangka Sampel Induk (KSI) untuk kepentingan survey-survei lain yang dilakukan dengan pendekatan  rumah tangga.
3. Memperkirakan berbagai parameter kependudukan sampai wilayah administrasi tertentu.
4. Mengumpulkan informasi kependudukan yang dapat digunakan atan dimanfaatkan untuk penyusunan basis data kependudukan.
9. Pertanyaan            : Berapa jangka waktu untuk melakukan sensus penduduk?
   Narasumber             : Jangkanya 1 bulan.
10. Pertanyaan          : Dari hasil data yang anda peroleh selama melakukan sensus penduduk, lebih banyak manakan antara jumlah laki-laki dan perempuan?
    Narasumber            : Lebih banyak jumlah perempuan.
11. Pertanyaan          : Bagaimana tata cara melatih diri untuk bertanya kepada penduduk yang disensus?
     Narasumber           : Tata caranya, yakni:
1. Sesering mungkin berlatih membaca pertanyaan apa adanya  agar bisa.
2. Latihan bertanya dimulai kepada teman sesame peserta.
                                    3. Harus menyingkirkan rasa malu dalam berbicara.
                                    4. Banyak berlatih untuk bertanya kepada orang lain.
12. Pertanyaan          : Dalam melakukan sensus penduduk, pertanyaan apa saja yang anda ajukan?
     Narasumber           : Mengajukan pertanyaan seperti, menanyakan nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, agama, kewarganegaraan, pekerjaan dan tempat lahir.

13. Pertanyaan          : Bagaimana cara mengatasi kepadatan penduduk yang semakin bertambah?
     Narasumber           : Dengan menggalakkan program KB dan mengadakan penyuluhan.
14. Pertanyaan          : Apa manfaat dari pelaksanaan sensus penduduk?
      Narasumber          : Sebagai bahan perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan.
15. Pertanyaan          : Apakah sebelum melakukan sensus penduduk diadakan rapat persiapan?
    Narasumber            : Ya.
16. Pertanyaan          : Apa sajakah yang dibahas dalam rapat persiapan?
     Narasumber           : 1. Penelusuran wilyah kerja secara bersama-sama, listing dan pencacahan lengakap.
                                      2. Pengecekan kelengkapan dokumen dan perlengkapan petugas.
                                      3. Penyusunan jadwal kerja tim.
                                      4. Strategi menyelesaikan tugas sesuai jadwal.
17. Pertanyaan          : Apa saja jadwal kegiatan lapangan petugas sesnsus penduduk?
     Narasumber           : 1. Selambat-lambatnya tanggal 30 April 2010 mengadakan pertemuan persiapan dan menelusuri batas-batas wilayah Blok Sensus.
                                    2. Pada 3 hari pertama bulan Mei 2010 masing-masing pencacah lapangan melakukan listing di wilayah blok sensus. Seorang pencacah lapangan biasanya bertugas di 2 blok sensus. Diperkirakan satu blok sensus delisting dalam waktu 3 hari.
                                    3. Pada hari ke-4 dan ke-8 tim mengadakan pertemuan evaluasi.
18. Pertanyaan          : Apakah yang dimaksud dengan blok sensus?
      Narasumber          : Blok sensus adalah wilayah kerja pencacahan yang merupakan bagian dari suatu wilayah Desa atau Kelurahan.
19. Pertanyaan          : Apakah listing dalam blog sensus harus lengkap? Alasannya!
      Narasumber          : Ya, karena apabila tidak lengkap akan menyebabkan terjadinya kesalahan dalam perhitungan jumlah penduduk dalam rumah tangga.
20. Pertanyaan          : Apakah tujuan dari pencacahan lengkap?
      Narasumber          : Untuk mendapatkan angka final dari jumlah penduduk dan rumah tangga hasil SP2010.
21. Pertanyaan          : Ibu mengharapkan hasil yang seperti apakah dari data yang Ibu sensus?
   Narasumber            :1. Isian data dari lapangan terkoreksi dengan system pemeriksaan yang ketat, dilakukan oleh petugas yang menguasai teknis dan konsep.
                                    2. Kelengkapan, kewajaran dan konsistensi setiap daftar dapat terpenuhi.
                                    3. Isian data antar data konsisten dan terjelaskan.
                                    4. Isian keterangan (variabel) dalam masing-masing daftar konsisiten.
                                    5. Tulisan dalam daftar jelas dan sesuai dengan yang diharapkan, baik marking maupun tulisan huruf atau angka.
                                    6. Pemeriksaan secara hilang.













1.3 PENUTUP
Kesimpulan
Sensus penduduk merupakan keseluruhan proses pengumpulan, pengolahan, penyusunan dan penertiban data demografi, ekonomi dan sosial yang menyangkut semua penduduk pada waktu tertentu di suatu Negara atau suatu wilayah.
Tujuan dari sensus penduduk ialah dapat memberikan gambaran secara aktual mengenai kondisi penduduk, perumahan, pendidikan dan ketenagakerjaan sampai wilayah administrasi terkecil Hasil dari sensus penduduk tersebut berupa, data jumlah penduduk beserta karakteristiknya yang sangat berguna sebagai bahan perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan.

Saran-Saran
Sensus penduduk tersebut banyak mempunyai manfaat untuk perencanaan, evaluasi pembangunan, dan lain-lain. Oleh karena itu, kita harus menjalankan kegiatan sensus penduduk ini dengan jujur dan sungguh-sungguh.










Selasa, 05 Oktober 2010

Berita Terkini, Selasa 5 Oktober 2010

Polisi Sita Narkoba Senilai Rp 6,9 M
Selasa, 5 Oktober 2010 | 14:29 WIB
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Satuan Narkoba Kepolisian Resor Jakarta Barat menangkap RF alias AN alias JN (34), bandar besar narkoba, di Hotel Namase, Denpasar, Bali. RF adalah warga Premier Mansion Blok J 17, Terusan Bandengan Utara, Teluk Gong, Jakarta Utara.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Yazid Fanani, Selasa (5/10/2010), mengatakan, tersangka merupakan buronan narkoba yang merupakan bandar besar. Saat ditangkap pada Senin (27 September 2010), tersangka membawa lima gram sabu.

"Petugas juga menyita milik tersangka sebagai barang bukti berupa 12.500 butir ekstasi, 20 gram sabu, dan 34.000 butir happy five senilai Rp 6,9 miliar, di dua lokasi masing-masing di Premier Mansion dan Apartemen CBD Tower Akasia Lt. 5, Pluit, Jakarta Utara," kata Yazid Fanani di Mapolres Jakarta Barat.

Menurut polisi, tersangka merupakan target yang telah lama diincar petugas.

"Setelah mendapatkan informasi, polisi selanjutnya menangkap tersangka di Bali. Dari hasil pengembangan, dilakukan penggerebekan di dua lokasi, yaitu di kediaman tersangka dan Apartemen CBD yang disewa oleh AH alias CH," kata Kapolres.

Tersangka sendiri berperan sebagai penampung atau kurir sekaligus penghubung saat RF bertransaksi dengan bandar besar berinisial H.

"Hingga kini kami masih melakukan pengejaran terhadap AH dan H," kata Yazid Fanani.

Tesangka dijerat Pasal 112 sub 131 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 65 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal seumur hidup.

Sementara itu, Polres Jakarta Barat juga melakukan pemusnahan barang bukti narkoba hasil industri rumah tangga di Perumahan Duri Kosambi Blok E4 No. 12, Cengkareng, Jakarta Barat, dan Vila Taman Bandara Blok B6 No.5 RT 3 RW 9, Dadap Kosambi, Tanggerang, Banten.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa 3.470 butir ekstasi, 19.988 butir happy five, 1.850 gram sabu, 18.400 gram serbuk bahan sabu, dan 11.765 mililiter cairan bahan sabu.

Menurut Kombes Yazid Fanani, pemusnahan ini sesuai dengan ketentuan UU Narkotika yang baru dan sebagai bukti perang terhadap narkoba guna menciptakan Indonesia terbebas dari narkoba tahun 2015.

Kamis, 05 Agustus 2010

Help Me

Hari demi hari ku lewati, pastilah banyak pengalaman hidup yang ku kecap. Hingga hari ini, ku sempatkan waktu ku untuk menggoreskan pena di lembar kertas putih ini, untuk meluapkan segala sesuatu yang bergejolak di dalam jiwa dan ragaku.
Tak mampu lagi rasanya ku menahan gejolak ini, beban ini, ingin segera ku luapkan.. tapi, ku rasa hal itu juga percuma, karna tak akan bisa membuatku keluar dari masalah yang ku rasakan, tapi setidaknya ku bisa mengurangi keresahan jiwa ini.......
  "Barulah ku menyadari, indahnya sebuah PERSAHABATAN di kala ku tlah tak bisa dan mampu lagi untuk bersama mereka, ku hanya bisa berharap dan berdo'a di sini untuk  kehadiran mereka kembali dan mendapatkan sahabat lagi..!!!!